Sekarang sudah banyak yang menggunakan sepeda lipat bahkan ada komunitasnya tiap daerah. Bagi yang mulai tertarik dengan aktifitas bersepeda juga mencari folding bike karena menurut pengalaman setiap menyebar propaganda bersepeda kebanyakan menanyakan harga sepeda lipat mulai dari teman kuliah, orang tua, sepupu, kakak, Polisi, karyawan kantor bahkan keponakkan saya minta dibelikan sepeda lipat jika sudah masuk SLTP apalagi mintanya yang merek Dahon hadeh…
Tak luput juga di beberapa seri Djarum Black Night Slalom (balap mobil slalom) para pesertanya menggunakan sepeda lipat untuk observasi track. Entah fasilitas dari panitia atau inisiatif peserta sendiri. Oh ya, pada saat saya bersepeda di pedesaan juga ada seorang ibu berbelanja di pasar menggunakan seli meskipun yang Low End. Ini membuktikan bahwa masyarakat saat ini gemar bersepeda lipat karena alasan portable atau praktis tidak lagi sebagai satu-satunya alasan menggunakan sepeda lipat melainkan beberapa orang sudah menjadikannya sebuah gaya hidup dan prestise.
Tidak kalah booming dengan sepeda lipat yaitu lagunya Mbah Surip “tak gendong kemana-mana” namun kali ini agak diubah menjadi:
“Folding Bike dimana-mana
Folding Bike dimana-mana
Folding Bike dimana-mana
Enak tho, Asyik tho, Gaul tho
Daripada kamu naik taxi…
Where are you going?
Ok, with my folding!
Agh…. Agh…. Agh….Agh….
Folding Bike dimana-mana
Folding Bike dimana-mana
Enak tho, Asyik tho, Gaul tho
Daripada kamu naik taxi…
Where are you going?
Ok, with my folding!
Agh…. Agh…. Agh….Agh….
I Love You Full!!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar